Aktivitas penjualan ataupun pembelian di bidang property pastinya tak lepas dari hal pajak. Seperti kita ketahui bahwa persoalan pajak ini terkesan rumit. Karena itulah ada beberapa aspek penting yang mana sampai detik ini menjadi informasi terbaik dalam transaksi jual beli property. Ada dua aspek penting yang wajib diperhitungkan dalam penjualan ataupun pembelian property yakni nilai pajak jual dan pajak beli.

Untuk jenis pajak jual ini dibebankan kepada pemilik property, kemudian dari pajak beli juga dibebankan kepada pembeli. Jadi ada dua tipe pajak yang wajib dimengerti sebelum memutuskan membeli sebuah property yakni:

Nilai Pajak Jual

Setiap transaksi jual beli tanah ataupun rumah, dari pihak penjual ataupun pembeli masih dikenakan pajak. Sesuai dengan dasar hukumnya dimana Pasal 1 ayat 1 dan 2 Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2016 mengenai Pajak Penghasilan Atas Penghasilan dari Pengalihan Hal Atas Tanah atau Bangunan dan Perjanjian Pengikatan Jual Beli Atas Tanah dan Atau bangungan beserta perubahannya.

Disimpulkan besaran pajak penjual dihitung dari besaran pajak penghasilan dari pengalihan hal tanah dan bangunan sebesar 2.5%. Besaran 2.5% tersebut didapatkan dari jumlah bruto nilai total penghalihan property baik hak atas tanah dan bangunan.

Cara Menghitung PPh Jual Beli Tanah

Menghitung besarnya pajak jual beli tanah berupa PPh tidaklah sulit. Seperti misal, sebuah tanah telah sepakat untuk melakukan transaksi tanah senilai Rp 500.000.000,00. Maka berdasarkan peraturan yang ditetapkan, besarnya PPh adalah

= 2.5% x Rp 500.000.000

= Rp 12.500.000,00

Nilai Pajak Beli

Untuk bagian pembeli juga dikenakan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan atau sering disebut BPHTB. Sesuai dengan Pasal 85 ayat 1 dan ayat 2 huruf a angka 1 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 mengenai Pajak Daerah dan Retribusi Daerah mengatur bahwa objek pajak dalam wujud perolehan hak atas tanah dan bangunan. Pemindahan hak karena proses jual beli juga termasuk di dalamnya.

Besarnya nilai BPHTP adalah sebesar 5% dari NJOP yang sudah dikurangi Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak. Adapu nilai NJOP tiap wilayah tidaklah sama sesuai kondisi setempat.

Cara Menghitung BPHTB

Sebidang tanah yang sedang ditransaksikan memiliki NPOP sebesar Rp150.000.000,00, NPOPTKP sebesar Rp80.000.000,00. Dengan demikian, maka

NJOP Kena Pajak = NPOP – NPOPTKP

= Rp 350.000.000,00 – Rp 60.000.000,00

= Rp 290.000.000,00

BPHTB Terhutang = 5% x Rp 290.000.000,00

= Rp 14.500.000,00

Dari ulasan di atas bisa kita simpulkan bahwa setiap pembeli dan penjual di bidang penjualan property baik tanah dan bangunan harus membayar pajak. Pembayaran pajak tersebut disaksikan bersama notaris untuk mendapatkan legalitas lebih maksimal.

0 Komentar