Kebutuhan property baik itu dalam wujud rumah, apartemen, hingga hunian lainnya kini semakin banyak dibutuhkan. Membeli property memang tak mudah, apalagi bagi seorang pemula. Karena itulah cara-cara sampai metode membeli sebuah property harus dimengerti oleh pemula. Karena dampaknya bisa sangat besar baik dari kualitas bangunan hingga harga. Mungkin Anda masih belum terlalu mengerti seperti apa hal penting yang harus dicermati sebelum membeli property.

Hal Penting yang Harus Diketahui Sebelum Membeli Properti Pertama Anda

Membeli Rumah Sesuai Desain

Pertama dari segi desaain yang mana setiap hunian pastinya punya bentuk tertentu ditambah model ataupun gaya aristek berbeda-beda. Jenis properti harusnya disesuaikan kebutuhan Anda. Membeli rumah memang jadi prioritas karena semua orang membutuhkannya. Ada beberapa aspek yang memberi pengaruh seputar desain. Diantaranya pada sisi jumlah anggota keluarga, tujuan baik itu digunakan untuk hunian saja atau bersamaan aktivitas bisnis, kemudian dari sisi harga. Desain rumah modern ataupun tradisional memiliki harga berbeda.

Akses Lokasi Property

Selain dari sisi desainnya, Anda juga wajib mencermati dari akses lokasi. Ada kriteria tertentu yang membuat sebuah property dikatakan menguntungkan ataupun strategis. Salah satunya dari segi akses lokasi. Terdapat akses lokasi berupa jalan, kemudian soal jarak dengan fasilitas umum baik itu rumah sakit, sekolahan, pusat belanja, hingga tempat wisata.

Memilih Cara Pembayaran Terbaik

Kita bisa melihat bahwa ada metode pembayaran terbaik untuk membeli sebuah property. Ada dua jenis yang kerap digunakan yakni tunai keras dan tunai bertahap. Namun sekarang sudah ada metode pembelian property melalui Kredit Pemilikian Rumah atau KPR. Dari sistem KPR ini juga memiliki beberapa persyaratan hingga proses. Maka dari itu perhatikan lagi dari sisi ketersediaan dana yang sebaiknya mencukupi.

Memastikan Kondisi Property Legal

Membeli property memang tak sembarangan memilih. Karena nantinya akan ada banyak aktivitas hingga tujuan di dalam property tersebut. Cek semua kemungkinan sebelum memutuskan membelinya, agar tak mendapat masalah di kemudian hari. Seperti kondisi rumah apakah sudah ada IMB nya atau belum kemudian nama terang di sertifikat harus sama dengan nama yang tertera di KTP penjual atau paling tidak bisa menunjukkan surat kuasa jual. Hal legalitaslah yang sebenarnya sangat penting dalam merencanakan pembelian property pertama anda.

Nilai Pajak Jual dan Pajak Beli Pada Property

Aktivitas penjualan ataupun pembelian di bidang property pastinya tak lepas dari hal pajak. Seperti kita ketahui bahwa persoalan pajak ini terkesan rumit. Karena itulah ada beberapa aspek penting yang mana sampai detik ini menjadi informasi terbaik dalam transaksi jual beli property. Ada dua aspek penting yang wajib diperhitungkan dalam penjualan ataupun pembelian property yakni nilai pajak jual dan pajak beli.

Untuk jenis pajak jual ini dibebankan kepada pemilik property, kemudian dari pajak beli juga dibebankan kepada pembeli. Jadi ada dua tipe pajak yang wajib dimengerti sebelum memutuskan membeli sebuah property yakni:

Nilai Pajak Jual

Setiap transaksi jual beli tanah ataupun rumah, dari pihak penjual ataupun pembeli masih dikenakan pajak. Sesuai dengan dasar hukumnya dimana Pasal 1 ayat 1 dan 2 Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2016 mengenai Pajak Penghasilan Atas Penghasilan dari Pengalihan Hal Atas Tanah atau Bangunan dan Perjanjian Pengikatan Jual Beli Atas Tanah dan Atau bangungan beserta perubahannya.

Disimpulkan besaran pajak penjual dihitung dari besaran pajak penghasilan dari pengalihan hal tanah dan bangunan sebesar 2.5%. Besaran 2.5% tersebut didapatkan dari jumlah bruto nilai total penghalihan property baik hak atas tanah dan bangunan.

Nilai Pajak Beli

Untuk bagian pembeli juga dikenakan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan atau sering disebut BPHTB. Sesuai dengan Pasal 85 ayat 1 dan ayat 2 huruf a angka 1 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 mengenai Pajak Daerah dan Retribusi Daerah mengatur bahwa objek pajak dalam wujud perolehan hak atas tanah dan bangunan. Pemindahan hak karena proses jual beli juga termasuk di dalamnya.

Tarif BPHTB paling tinggi mencapai 5% yang mana sudah ditetapkan menggunakan peraturan daerah. Tentu bagi pembeli harus memiliki kartu wajb pajak untuk bisa meproses semua kewajiban membayar panjak pembelian.

Dari ulasan di atas bisa kita simpulkan bahwa setiap pembeli dan penjual di bidang penjualan property baik tanah dan bangunan harus membayar pajak. Pembayaran pajak tersebut disaksikan bersama notaris untuk mendapatkan legalitas lebih maksimal.

0 Komentar